Kamis, 22 Desember 2011

Hampir Step Ketika Mengirim Proposal Robot ke Dikti

Proposal ialah salah satu tahapan dalam mengikuti kontes robot. Proposal merupakan tahap pertama dan apabila dinyatakan lolos maka kita baru diperbolehkan untuk mengikuti tahap-tahap selanjutnya. Proposal tuh hampir sama kok bentuknya dengan proposal-proposal pada umumnya, pokoknya yang penting didalam proposalnya ada tulisan trus jangan lupa pake kertas, jangan pake daun pisang loh, ntar dikira kue mendut lagi.

Proposal ini nantinya harus dikirim ke Dirjen Dikti untuk diseleksi dan butuh waktu dua minggu bagi pihak Dikti mengeluarkan pengumuman tentang tim siapa saja yang berhak lolos untuk mengikuti tahap selanjutnya. Dalam pengerjaan proposal, kami tidak mengalami kesulitan sama sekali karena Mas Lucky sudah menyediakan contoh proposal yang dia gunakan ketika ikut lomba robot pada tahun kemaren, dengan sedikit sulap dan otak-atik dikiri dan kanan, akhirnya kami berhasil mengedit proposal tersebut dengan baik dan siap dikirim ke Dirjen Dikti.

proposal robot

Tapi ketika kami akan bersiap mengirimkan proposal tersebut, data proposal yang ada dalam laptop gue ternyata hilang karena sehari sebelum proposal akan dikirim ke Jakarta, laptop gue mengalami kerusakan akut sehingga semua data yg ada didalamnya hilang termasuk proposal tersebut dan yg lebih mengenaskan, gue tidak membackupnya.

Di hari H ketika proposal sudah harus dikirim, gue sempat down karena gue tidak punya backup sama sekalai dan gue juga belum membagikan file proposal tersebut pada teman-teman sesama tim robot. Tapi akhirnya hidayah dari Allah pun turun, gue inget bahwa sehari sebelum laptop gue diformat, gue sempet mengirimkan file proposal tersebut ke Mas Lucky, langsung saja gue menelpon kebeliau, tapi telpon gue tidak diangkat karena beliau sedang interview disebuah perusahaan.

Gue tambah down kgak karuan karena waktu semakin lama semakin berjalan dan pastinya tidak bisa dihentikan. Untunglah datang Cak Amat yg memang setiap siang hari selalu nimbrung dilab robot. Cak Amat bilang ke gue kalo “daripada binggung-binggung mending kamu retas aja e-mailnya tutor kamu, kamu kan peretas handal sih gus, apalagi kalo soal meretas masalah e-mail dan web”. 

Dibantu dengan salah seorang temen gue yg bernama Becky, gue akhirnya mencoba untuk meretas e-mail tutor gue dan kalian bisa tebak sendiri hasilnya, yah gue berhasil meretas e-mail tutor gue dan tanpa basa-basi, file yg gue tuju pertama kali ialah file proposal yg gue kirimkan ke turor gue sehari yg lalu. Setelah mengubek-ubek isi e-mail tutor gue, akhirnya gue berhasil menemukan file tersebut, gue langsung plong seketika itu juga dan sumpah, waktu itu gue senengnya bukan main, ibarat abis dapat durian runtuh satu karung, gratis lagi.

Langsung saja gue segera ke Blueprint untuk mengeprint file proposal tersebut dan sekalian menjilidnya, gue inget pada saat itu cover yg digunakan harus berwarna hijau, kgak tau kenapa, mungkin kalian bisa tanyakan langsung ke Dirjen Dikti. Yang terpenting pada saat itu dipikiran gue ialah hari itu juga proposal sudah harus selesai dan siap untuk dikirim.

Setelah ngeprint dan jilid selesai, gue segera pergi ke Fakultas untuk menyerahkan proposal tersebut ke salah satu dosen gue yaitu Bapak Choiron, kebetulan bapak Choiron akan berangkat ke Jakarta dan tujuannya ialah Dikti, sungguh suatu kebetulan karena proposal kami juga akan kami kirimkan ke Dikti, jadi kami yakin bahwa proposal kami akan nyampe ke Dikti dengan selamat atas bantuan Pak Choiron.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...