Disuatu sore yg cukup terik karena waktu itu emank lagi musim kemarau, dimana gue dan temen-temen dari divisi Painting sedang mempersiapkan 1 buah tangki penyulingan yg akan dikirim kelaut malam hari ini, tiba-tiba ada suara teriakan yg mengelegar sampe-sampe membuat gue dan temen-temen langsung melupakan pekerjaan kami..
Setelah kami cari dan perhatikan dengan seksama sumber suara teriakan itu, rupanya itu adalah suara teriakan dari temen-temen rigger di divisi pengangkatan atau lifting, iya pemirsah, rupanya crane yg mereka gunakan hampir saja terjungkal karena ada masalah ketika mengangkat sebuah Sea Truck yg berbobot mati 2 ton, terang aja suasana di workshop langsung heboh..
![]() |
| Insiden IHI 100 Ton |
![]() |
| Pak Tang Kalang Kabut |
Dugaan awal penyebab hampir terjungkalnya monster berbobot mati 100 ton ini ialah karena tidak kuat mengangkat Sea Truck yg berbobot hanya 2 ton, tapi dugaan itu langsung ditepis karena apabila menggunakan radius 45 derajat pun crane ini masih mempunyai kekuatan sekitar 50 ton, lalu apabila menggunakan radius 30 derajat, crane ini masih mempunyai kekuatan sekitar 25 ton.. nah loh..
Jadi dugaan awal dinyatakan batal, jelas aja aneh karena apabila menggunakan radius 30 yg otomatis mempunyai kekuatan 25 ton masa gak kuat ngangkat sea truck yg cuman mempunyai bobot 2 ton.? ya gak.. misalkan 25 ton dikurangi 2 ton jadi crane ini masih menyisakan kekuatan 23 ton kan..
Usut punya usut ternyata penyebab dari hampir terjungkalnya monster yg berbobot mati 100 ton ini ialah karena tanah yg menjadi pijakannya masih lembek karena baru beberapa hari ditimbun dan dibawahnya ialah bekas rawa-rawa, jadi gak stabil gitu deh, apalagi kalo yg ngelewati monster segede itu..


